Rapat Koordinasi Ketenagakerjaan : Membangun Konektivitas Lowongan Pekerjaan Melalui Aplikasi Nyari Gawe

Rapat Koordinasi Ketenagakerjaan : Membangun Konektivitas Lowongan Pekerjaan Melalui Aplikasi Nyari Gawe

 apindo karawang , 14 Oktober 2025 —Hadir Dalam rangka memperkuat ekosistem ketenagakerjaan yang transparan, terbuka, dan terintegrasi di Provinsi Jawa Barat, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat (Disnakertrans Jabar) bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat (Diskominfo Jabar) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Ketenagakerjaan dengan tema “Membangun Konektivitas Lowongan Pekerjaan melalui Aplikasi Nyari Gawe.”
Kegiatan yang berlangsung di Gedong Sigrong Bale Sri Baduga Kabupaten Purwakarta ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Ketua APINDO Provinsi Jawa Barat, Ketua APINDO Kabupaten/Kota dari Bogor, Depok, Karawang, Purwakarta, Bekasi, dan Subang, serta perwakilan dari sekitar 600 perusahaan (HRD) yang berasal dari delapan kabupaten/kota di Jawa Barat.
Rapat koordinasi ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas antara dunia usaha dan pencari kerja melalui pemanfaatan Aplikasi Nyari Gawe, platform digital yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mempertemukan informasi lowongan pekerjaan dengan calon tenaga kerja secara cepat, mudah, dan transparan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mendorong keterbukaan proses rekrutmen tenaga kerja oleh perusahaan, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor antara Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Dalam arahannya, Gubernur Jawa Barat menyampaikan pentingnya membangun sistem ketenagakerjaan yang berkeadilan dan berintegritas.
“Kita ingin Jawa Barat menjadi Provinsi dengan sistem ketenagakerjaan yang paling transparan di Indonesia. Melalui Aplikasi Nyari Gawe, masyarakat bisa mendapatkan informasi lowongan kerja langsung dari sumbernya, sementara perusahaan juga bisa menjangkau calon tenaga kerja yang sesuai kebutuhan. Tidak boleh lagi ada ketertutupan dalam proses rekrutmen,” ujar Gubernur.
Lebih lanjut, Gubernur mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menyiapkan layanan pengaduan multi problem di bidang ketenagakerjaan guna mempercepat penanganan setiap persoalan yang muncul di lapangan. “Kami akan membuka kanal khusus pengaduan yang bisa menampung berbagai masalah ketenagakerjaan, mulai dari rekrutmen hingga hubungan industrial. Semua ini demi memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola ketenagakerjaan yang sehat dan adil,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat, menyampaikan bahwa kolaborasi antara Disnakertrans Jabar dan Diskominfo Jabar dalam pengembangan Aplikasi Nyari Gawe merupakan langkah konkret dalam menghadirkan inovasi pelayanan publik di bidang ketenagakerjaan.
“Melalui Nyari Gawe, kami ingin menciptakan ruang digital yang mampu menghubungkan perusahaan dan pencari kerja secara efektif. Dengan keterbukaan data dan partisipasi aktif dari dunia usaha, peluang kerja di Jawa Barat bisa lebih mudah diakses oleh masyarakat,” ujarnya.
Rapat Koordinasi Ketenagakerjaan ini menjadi momentum penting bagi Jawa Barat untuk memperkuat tata kelola ketenagakerjaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sinergi antara Disnakertrans Jabar dan Diskominfo Jabar diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antara penyedia dan pencari kerja, serta mendorong terciptanya kesempatan kerja yang lebih luas dan merata di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat.